Berita

DOSEN UNCP MENGIKUTI SHORT-TERM TRAINING ON LESSON STUDY (STOLS) DI JEPANG

Salah satu dosen Bahasa Inggris UNCP dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) atas nama ibu Rahmawati Upa’, S.Pd.I., M.Pd., mengikuti kegiatan STOLS di Jepang. Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 17 Februari-09 Maret 2019 yang tempat pelaksanaannya di Tokyo International Center, Sekolah, dan Perguruan Tinggi di Jepang.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ristekdikti bekerjasama dengan JICA Jepang yang dibawakan oleh beberapa narasumber yang merupakan pakar dalam Lesson Study diantaranya Naomi Takasawa (Senior Researcher, Professor of Open University of Japan and Ikuei Universtiy, JICA Expert), Yoshiko Kitada (Associate Professor, Faculty of Education, Saitama University), Sachiko Asai (Associate Professor, Program Pasca Sarjana, Tokyo University), Masatsugu Murase (Director Azabu Institute of Education), dan Kotoe Kishimoto (School Supervisor, Clinical Psycho-Therapist, Dinas Pendidikan Kota Nago).

Kegiatan ini diikuti oleh dosen LPTK yang berasal dari berbagai instansi di Indonesia yaitu Sundari dari Universitas Khairun, Shanty Savitri dari Universitas Palangka Raya, Dedeh Kurniasih dari Universitas Muhammadiyah Pontianak, Dwi Fajar Saputri dari IKIP PGRI Pontianak, Dwi Setyawan dari Universitas Muhammadiyah Malang, Fikri Asih Wigati dari Universitas Singaperbangsa Karawang, Harina Fitriyani dari Universitas Ahmad Dahlan, Luhung Achmad Perguna dari Universitas Negeri Malang, Nuraini dari Universitas Hamzanwadi, Rahmawati Upa’ dari Universitas Cokroaminoto Palopo, Sri Utaminingsih dari Universitas Muria Kudus, dan Veny Agustini Prianggita dari Universitas Mathla ul Anwar.

Kegiatan Short-Term Traning on Lesson Study (STOLS) di Jepang ini bertujuan agar peserta pelatihan dapat: 1. Meningkatkan pemahaman tentang landasan filosofi, konsep, dan prinsip lesson study di Jepang, 2. Meningkatkan keterampilan dalam menyusun rencana pembelajaran yang operasional dan efektif, 3. Meningkatkan keterampilan dalam melaksanakan pembelajaran yang diobservasi (open lesson), 4. Meningkatkan keterampilan mengobservasi pembelajaran secara cermat, 5. Meningkatkan keterampilan dalam menganalisis proses dan hasil pembelajaran untuk menyampaikan komentar/refleksi, 6. Menyusun rencana implementasi Lesson Study dalam perkuliahan dan menyosialisasikan di kampus dan di sekolah (action plan), 7. Menjadi “motor penggerak” pengembangan lesson study di perguruan tinggi masing-masing, dan 8. Memfasilitasi terjadinya kolaborasi antara dosen LPTK dengan para guru di sekolah dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Dalam materi yang disampaikan oleh beberapa narasumber mengharapkan melalui kegiatan STOLS ini peserta dapat menjadi motor penggerak Lesson Study di daerah masing-masing.

WhatsApp-Image-2019-02-27-at-16.48.00

Twitter