Implementasi Mata Kuliah Studi Masyarakat Indonesia, PPKn UNCP Kunjungi Toraja Utara
UNCP.AC.ID, Toraja Utara — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) melaksanakan kunjungan lapangan dalam rangka implementasi mata kuliah Studi Masyarakat Indonesia (SMI) di wilayah adat dan budaya Toraja Utara, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25–27 Juli 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa semester II angkatan 2024 yang tergabung dalam mata kuliah SMI, di bawah bimbingan Masluddin, S.Pd., M.Pd. selaku dosen pengampu. Kunjungan ini merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual yang bertujuan untuk memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap realitas sosial dan budaya masyarakat Indonesia secara langsung.

Masluddin menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar kunjungan akademik, tetapi juga menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk menyerap nilai-nilai kearifan lokal, menjalin interaksi sosial, serta membentuk kesadaran sosial kebangsaan melalui pengalaman nyata di lapangan.
Lokasi Observasi dan Fokus Kegiatan

Dua titik utama yang menjadi pusat kegiatan observasi sosial dan budaya adalah:

-
Museum Budaya Rambu Solo’ Ne’ Gandeng, yang menjadi representasi penting dari sistem adat kematian masyarakat Toraja, serta menyimpan warisan budaya yang sarat makna filosofis dan historis.

-
Objek Wisata Rante Kalimbuang Bori’, situs megalitikum yang juga berfungsi sebagai tempat pelaksanaan upacara adat, sekaligus menjadi simbol kuat identitas budaya Toraja.

Rangkaian Kegiatan
Selama tiga hari kunjungan, mahasiswa melakukan sejumlah aktivitas, antara lain:
-
Observasi Sosial dan Budaya Lokal, dengan melakukan pengamatan langsung terhadap pola kehidupan masyarakat, sistem nilai, serta simbol-simbol budaya yang masih dilestarikan.
-
Wawancara dan Diskusi Terfokus (FGD) bersama tokoh adat, pemuda, dan warga setempat untuk menggali informasi seputar praktik sosial, tradisi Rambu Solo’, dan makna budaya megalitikum dalam kehidupan masyarakat Toraja.
-
Kunjungan Wisata Edukatif, yang memberi kesempatan mahasiswa untuk mengaitkan teori perkuliahan dengan realitas lokal, khususnya dalam memahami keberagaman budaya sebagai fondasi penting dalam pembentukan karakter kebangsaan.
-
Refleksi dan Presentasi Lapangan, di mana mahasiswa menyampaikan hasil pengamatan mereka dalam kelompok, serta berdiskusi mengenai pengalaman sosial yang diperoleh selama kunjungan berlangsung.

Kegiatan ini diharapkan menjadi media pembelajaran aktif yang dapat memperluas wawasan mahasiswa tentang pentingnya memahami dan menghargai keberagaman sosial budaya dalam masyarakat Indonesia. Tak hanya menjadi pengalaman akademik, namun juga menjadi pengalaman batin dan sosial yang membentuk karakter serta empati mahasiswa sebagai calon pendidik dan agen perubahan.
