Berita

SEMINAR HIJRAH LDK MPM UNCP, HADIRKAN TRAINER DA'I NUSANTARA

PALOPO - Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Dakwah Kampus Mahasiswa Pencinta Mushalla Universitas Cokroaminoto Palopo (UKM LDK MPM UNCP)  melaksanakan Seminar Hijrah pada 28 April 2019 bertempat di Soedenrae Convention Center (SCC) Kota Palopo. Tema yang diangkat pada Seminar tersebut yaitu "Duhai yang Lelah dan Hilang Arah" yang di bawakan oleh Ustadz Ervan Muhammad Arsyad., M.H.I., sebagai pemateri yang merupakan Alumnus Universitas Hasanuddin, Pembina sahabat Hijrah Kota Bone serta trainer dai' Nusantara. 

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Departemen Dakwah Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Dakwah Kampus Universitas Cokroaminoto Palopo yang dihadiri lebih dari 500 peserta dari kalangan pelajar dalam hal ini siswa Tingkat SMA dan Juga Mahasiswa berbagai kampus di Palopo.

Seminar Hijrah 2019 LDK MPM UNCP ini dibuka langsung oleh Rektor Universitas Cokroaminto Palopo Prof. Drs. Hanafie Mahtika, M.S. Melalui sambutannya beliau menyampaikan bahwa "Berdasarkan tema yang diusung oleh panitia saya memaknai bahwa setiap proses hijrah ada kelelahan yang dirasakan dan kelelahan itulah yang menjadi penyemangat untuk kembali bangkit untuk mencapai ke istiqomahan." Ungkapnya.

Sementara itu ketua umum LDK MPM UNCP Al-Akh Wira Syadili Usman yang merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika itu mengungkapkan "Kegiatan ini merupakan salah program kerja yang setiap tahunnya diadakan oleh LDK MPM UNCP. Pada tahun ini, kami menamakannnya Seminar Hijrah dengan tema "Duhai yang Lelah dan Hilang Arah". Ungkapnya. "Berbicara tentang hijrah maka kita akan teringat peristiwa penting dan bersejarah bagi Umat Islam, yakni, ketika Rasululah SAW berhijrah dari Tanah Mekkah ke Tanah Madinah. Rasulullah SAW melakukan hijrah dengan satu tujuan utama, demi menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam. Sebab, Tanah Mekkah pada saat itu sudah tidak kondusif lagi untuk mengembangkan ajaran Islam. Apalagi, Ummat Islam pada saat itu terus-menerus mengalami tekanan dari penguasa di Mekkah. Sehingga, hijrah dipilih sebagai suatu cara yang tepat untuk menyelamatkan agama dan masa depan Umat Islam. Jika kita menghubungkan dengan kondisi kita sekarang khususnya di Indonesia, maka bisa dilihat bangsa kita sedang mengalami berbagai macam masalah, seperti dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, keamanan, kenakalan remaja,  dan sebagainya. Sehingga, untuk bangkit dari keterpurukan tersebut, bangsa ini, khususnya Umat Islam harus melakukan hijrah, yakni dengan berikhtiar untuk menegakkan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat, serta meninggalkan berbagai macam hal yang menjadi penyebab permasalahan tersebut" lanjutnya.

WhatsApp-Image-2019-04-28-at-22.04.18

Twitter