Kolaborasi UNCP-UNM: Desa Matano Menuju Smart Village
UNCP.AC.ID, LUWU TIMUR – Desa Matano sedang menjalani transformasi besar menuju Smart Village melalui dukungan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbudristek RI. Program ini membawa berbagai inovasi teknologi dalam pengelolaan hasil kebun lada, mitigasi bencana, literasi digital, serta promosi wisata yang ramah lingkungan. Diharapkan, melalui kolaborasi antara akademisi, dunia industri, dan masyarakat, Desa Matano dapat berkembang menjadi desa mandiri dan berkelanjutan (30/10/2024).
.png)
Tim Pendamping dan Pelaksana
Program ini melibatkan sejumlah dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dengan susunan sebagai berikut:
Tim Pendamping:
Prof. Dr. Ir. A. Muhammad Idkhan, M.T., IPM – Ketua Dosen Pendamping, Prodi Pendidikan Teknik Mesin (Universitas Negeri Makassar - UNM) Andi Baso Kaswar, S.Pd., M.Kom. – Dosen Pendamping, Prodi Teknik Komputer (UNM)
Tim Pelaksana:
Nirsal, S.Kom., M.Pd. – Ketua Pelaksana, Prodi Informatika (Universitas Cokroaminoto Palopo - UNCP) Muhammad Naim, S.P., M.P. – Anggota Tim Pelaksana, Prodi Agroteknologi (UNCP)
Aryadi Nurfalaq, S.Si., M.T. – Anggota Tim Pelaksana, Prodi Fisika (UNCP)
Mahasiswa yang Terlibat:
Hafidz Muchtar – Mahasiswa Prodi Informatika (UNCP)
Wiwi Rafa – Mahasiswa Prodi Agroteknologi (UNCP)
Agustinus Suria Derme – Mahasiswa Prodi Agroteknologi (UNCP)
Ranir Aftar – Mahasiswa Prodi Fisika (UNCP)
Sartika Sari – Mahasiswa Prodi Fisika (UNCP)
Ketua Pelaksana, Nirsal, S.Kom., M.Pd., mengungkapkan bahwa program ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi inovatif seperti MERICA dan SMARTANO kepada masyarakat. "Kami berharap teknologi ini dapat membantu petani mempercepat pengolahan hasil kebun lada dan memasarkan produk lokal mereka lebih luas melalui digitalisasi," ujar Nirsal. Ia juga menambahkan bahwa Akademi Teknik Soroako (ATS) terlibat dalam membantu instalasi mesin MERICA. Dengan keahlian mereka, proses instalasi teknologi ini berjalan lancar dan
diharapkan dapat mempersingkat waktu pengolahan lada yang sebelumnya cukup lama.

Kolaborasi dengan Dunia Industri
Program ini juga melibatkan peran Dunia Usaha dan Industri (DuDI). PT. Mall Sampah Indonesia menyelenggarakan pelatihan pengelolaan sampah di tempat wisata, yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemisahan sampah organik dan anorganik guna menjaga kebersihan lingkungan wisata. Di sisi lain, PT. Dialogika Persona Indonesia mengadakan Klinik Public Speaking untuk meningkatkan keterampilan komunikasi para
pemandu wisata, sehingga mereka mampu memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan.
Inovasi Teknologi untuk Pertanian
Salah satu inovasi penting yang dihadirkan adalah mesin MERICA (Mesin Rotasi, Inovatif, dan Cuci Angkat Lada). Prof.Dr. Ir. A. Muhammad Idkhan, Ketua Dosen Pendamping, menyatakan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada transfer teknologi, tetapi juga pemberdayaan masyarakat untuk lebih produktif dan mandiri.
.png)
Digitalisasi Promosi Wisata dan Pemasaran Produk Lokal
Untuk memperkuat pemasaran produk lokal dan promosi pariwisata, program ini memanfaatkan platform SMARTANO yang memungkinkan masyarakat memasarkan produk secara digital. SMARTANO dapat diakses melalui www.smartano.id, dan menjadi sarana bagi masyarakat serta wisatawan untuk mengetahui lebih banyak tentang potensi Desa Matano.
Kepala Desa Matano menyatakan bahwa program ini membawa perubahan besar bagi desanya. "Teknologi seperti MERICA dan SMARTANO membuka peluang baru bagi kami dalam mengelola hasil kebun dan memperkenalkan Desa Matano ke dunia luar. Ini adalah langkah besar menuju kemajuan Desa kami," ungkapnya.\
.png)
Mitigasi Bencana dan Kelestarian Lingkungan
Selain fokus pada pengembangan ekonomi dan digitalisasi, program ini juga menaruh perhatian pada mitigasi bencana dengan membuat jalur evakuasi di kawasan wisata. Di samping itu, limbah lada juga diolah menjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan, guna memastikan kelestarian alam tetap terjaga.
Dukungan DRTPM Kemendikbudristek RI
Program ini mendapatkan dukungan penuh dari DRTPM Kemendikbudristek melalui Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) untuk tahun anggaran 2024. Dengan adanya dukungan ini, Desa Matano memiliki kesempatan besar untuk berkembang menjadi desa pintar yang mengintegrasikan teknologi, keberlanjutan, dan kemandirian masyarakat.
Dengan adanya kolaborasi ini, Desa Matano diharapkan mampu menjadi percontohan desa pintar di Indonesia, yang berhasil menggabungkan teknologi dan keberlanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.