Berita

WORKSHOP KEWIRAUSAHAAN UNCP, UPAYA SIAPKAN LULUSAN JADI JOB CREATOR

Palopo - Sebagai penerima bantuan kerjasama program Merdeka Belajar - Kampus Merdeka, Universitas Cokroaminoto Palopo melaksanakan Workshop Kewirausahaan. Kegiatan dilaksanakan secara virtual, Rabu 8 Desember 2021. Narasumber workshop adalah Basri Basir MR S.E.,M.Ak. dosen Universitas Muhammadiyah Makassar. Workshop diikuti oleh mahasiswa UNCP, sebagai salah satu upaya menyiapkan lulusan menjadi seorang wirausahawan.

WhatsApp-Image-2021-12-12-at-23.13.54-(2)

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UNCP Irwan Ramli, Ph.D. dalam sambutannya menjelaskan bahwa salah satu poin penting Permendikbud nomor 3 tahun 2020 adalah mahasiswa diberikan hak belajar di luar kampus selama 3 semester melalui program MBKM. Salah satu dari sembilan program MBKM adalah kegiatan wirausaha. "Salah satu cita cita Universitas adalah setelah mahasiswa lulus, masa tunggu kerja kurang dari enam bulan. Dengan adanya wirausaha ini, setelah lulus mahasiswa tidak hanya menjadi job hunter (pencari kerja), melainkan menjadi job creator (pencipta lapangan kerja)," ucapnya.

WhatsApp-Image-2021-12-12-at-23.13.53-(1)

PIC MBKM UNCP Dr. Rahmat Hidayat, M.Si menyampaikan bahwa Permendikbud nomor 3 tahun 2020 tentang sistem pendidikan tinggi menitik beratkan pada pada program Merdeka Belajar - Kampus sebagi inovasi di dunia pendidikan tinggi. "UNCP sebagai Perguruan Tinggi senantiasa mendukung program tersebut. Alhamdulillah saat ini ada 6 prodi yang menerima program bantuan kerjasama MBKM," ucapnya. Upaya implementasi dukungan program MBKM, UNCP mendorong tidak hanya 6 prodi tersebut (Pend. Bahasa Indonesia, Pend. Bahasa Inggris, Pend. Kewarganegaraan, Pend. Matematika, Matematika Sains, dan Informatika), tetapi juga mengupayakan semua prodi menerima program tersebut.

WhatsApp-Image-2021-12-12-at-23.13.54

Saat ini beberapa problem dihadapi Indonesia diantaranya adalah Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara kaya akan sumber daya alam, tekstil, wisata, tambang, dan lain-lain, tetapi belum dikelola dengan baik untuk kepentingan nasional. Selain itu tingginya populasi lebih dari 269,6 juta, mengakibatkan penciptaan lapangan kerja yang lambat. Sehingga diperlukan kegiatan kewirausahaan untuk meningkatkan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional.

WhatsApp-Image-2021-12-12-at-23.13.54-(1)

Twitter