Berita

SMART-AR PAI UNCP MASUK TAHAP PENGUJIAN, SIAP DIUJICOBA DI SEKOLAH DAN MADRASAH

Palopo, 6 Agustus 2026 — Tim peneliti Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) terus mematangkan Smart-AR PAI, inovasi media pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Augmented Reality (AR) dan Deep Learning. Setelah melalui tahapan persiapan, pengembangan aplikasi, rendering, serta serangkaian pengujian teknis dan validasi ahli, Smart-AR PAI kini memasuki tahap persiapan uji coba pengguna sebelum diimplementasikan di sekolah dan madrasah.

Smart-AR PAI dikembangkan melalui Program Hilirisasi Riset Prioritas–Pengujian Model dan Prototipe Tahun 2026. Produk ini dirancang sebagai modul ajar hibrida yang memadukan modul cetak dengan aplikasi mobile berbasis Augmented Reality dan Deep Learning untuk mendukung pembelajaran PAI, termasuk penguatan nilai-nilai moderasi beragama.

Diawali FGD, Libatkan Guru dan Ustaz/Ustazah

Tahapan persiapan pengembangan Smart-AR PAI ditandai dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) pada 22 Juli 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan guru serta ustaz/ustazah dari beberapa sekolah dan madrasah sebagai bagian penting dalam proses analisis kebutuhan dan penyelarasan rancangan produk dengan kebutuhan pengguna.

a74ed167-9545-4f60-bd3b-4a435515a3f5

FGD diikuti oleh tim peneliti yang terdiri atas Abdul Zahir, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua tim, Vicky Bin Djusmin, S.Kom., M.Kom. dan Supriadi, S.Ag., M.Pd. sebagai anggota, serta tiga mahasiswa yang terlibat dalam pengembangan dan pengujian produk.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Humas UNCP, Sekretaris LPPM UNCP, Ketua Program Studi Informatika, beberapa dosen Fakultas Teknik Komputer (FTKOM) UNCP, mahasiswa, dan alumni.

FGD dilaksanakan untuk memastikan pengembangan Smart-AR PAI benar-benar berangkat dari kebutuhan pengguna. Secara khusus, kegiatan tersebut bertujuan melakukan analisis kebutuhan sistem, penyamaan persepsi terhadap rancangan sistem yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, serta pemantapan proses pembuatan aplikasi.

Keterlibatan calon pengguna dalam tahap awal menjadi penting karena Smart-AR PAI memang dirancang untuk digunakan pada lingkungan sekolah dan madrasah. Dalam proposal pengembangannya, sasaran produk mencakup madrasah maupun sekolah umum pada jenjang MI/MTs/MA serta SD/SMP/SMA, dengan target awal wilayah Palopo dan Luwu Raya.

Tiga Hari Intensif Pengembangan Aplikasi

Setelah FGD, tim peneliti melanjutkan proses pengembangan aplikasi. Pada 23, 24, dan 25 Juli 2026, pengembangan Smart-AR PAI dilakukan secara intensif di Laboratorium Komputer Fakultas Teknik Komputer Universitas Cokroaminoto Palopo.

e6bdba40-d6e2-4a7f-af9a-9c3fe8bdd0ba

Tahapan ini menjadi bagian penting dalam mengintegrasikan berbagai komponen produk, baik dari sisi aplikasi, konten pembelajaran, maupun teknologi AR dan Deep Learning.

Dalam rancangan prototipenya, Smart-AR PAI dikembangkan sebagai "Asisten Belajar Cerdas" yang tidak hanya menampilkan objek tiga dimensi, tetapi juga menghubungkan modul cetak dengan pengalaman belajar digital. Aplikasi dirancang untuk memindai marker pada modul, menampilkan visualisasi 3D, menghadirkan simulasi pembelajaran PAI, memberikan kuis interaktif, serta menganalisis pola jawaban peserta didik untuk memberikan rekomendasi materi pengayaan atau remedial.

28 Juli 2026, Aplikasi Dirender untuk Smartphone Android

Tahap pengembangan dilanjutkan dengan proses rendering pada 28 Juli 2026, yang juga dilaksanakan di Laboratorium Komputer FTKOM UNCP.

Rendering dilakukan untuk menghasilkan bentuk aplikasi yang dapat dijalankan melalui smartphone berbasis Android. Platform digital Smart-AR PAI memang dirancang sebagai aplikasi mobile Android dengan dukungan Unity 3D Engine dan Vuforia SDK, sedangkan fitur kecerdasannya diarahkan untuk mendukung analisis respons peserta didik dan pembelajaran adaptif.

Dengan proses tersebut, produk yang sebelumnya dikembangkan dalam lingkungan kerja pengembangan dapat dikemas menjadi aplikasi yang siap dipasang dan diuji pada perangkat pengguna.

3–5 Agustus 2026, Smart-AR PAI Jalani Serangkaian Pengujian

Memasuki 3–5 Agustus 2026, tim peneliti melaksanakan pengujian Smart-AR PAI secara bertahap. Pengujian dilakukan tidak hanya dari aspek teknis aplikasi, tetapi juga mencakup aspek media, teknologi pembelajaran, materi Pendidikan Agama Islam, bahasa, serta kelayakan produk.

Tahapan pengujian meliputi:

  1. Black Box Testing;

  2. White Box Testing;

  3. Validasi Ahli Multimedia;

  4. Validasi Ahli Teknologi Pembelajaran;

  5. Validasi Ahli Pendidikan Agama Islam;

  6. Validasi Ahli Bahasa; dan

  7. Uji Plagiasi.

Para ahli yang dilibatkan berasal dari unsur praktisi dan akademisi, antara lain dosen dari Universitas Muhammadiyah Palopo, Universitas Mega Buana, Universitas Cokroaminoto Palopo, serta Kementerian Agama Kota Palopo.

WhatsApp-Image-2026-08-06-at-09.01.30-(1)

Berdasarkan hasil validasi ahli yang telah dilakukan, Smart-AR PAI dinyatakan layak untuk digunakan. Hasil tersebut menjadi pijakan penting bagi tim untuk melanjutkan produk menuju tahap pengujian pengguna dan uji coba lapangan.

Pengujian teknis dan validasi ahli tersebut juga sejalan dengan desain pengujian yang telah dirancang dalam pengembangan prototipe, yang mencakup Black Box Testing untuk memastikan fitur aplikasi berjalan sesuai logika pemrograman dan validasi produk sebelum digunakan pada lingkungan yang relevan.

Bukan Sekadar Aplikasi AR

Smart-AR PAI dikembangkan bukan sekadar sebagai aplikasi yang menampilkan objek 3D. Produk ini merupakan modul ajar hibrida yang mengintegrasikan buku dan aplikasi mobile.

Keunggulan yang ditawarkan mencakup tiga aspek utama, yaitu adaptif, imersif, dan terukur. Adaptif berarti materi dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan kecepatan belajar peserta didik. Imersif memungkinkan konsep PAI yang abstrak divisualisasikan menjadi lebih konkret. Sementara itu, aspek terukur didukung melalui fitur evaluasi dan penilaian.

WhatsApp-Image-2026-08-06-at-09.02.10

Dari sisi teknologi, produk memadukan Augmented Reality dan Deep Learning. AR digunakan untuk memvisualisasikan materi PAI melalui objek dan pengalaman digital, sedangkan Deep Learning diarahkan untuk mendukung pembelajaran adaptif melalui analisis pola jawaban peserta didik dan pemberian rekomendasi materi remedial atau pengayaan.

Produk yang Ditargetkan: Buku, Aplikasi, dan Manual Book

Dalam pengembangannya, Smart-AR PAI ditargetkan menjadi satu paket produk Modul Ajar Smart-PAI AR yang terdiri atas buku dan aplikasi, dilengkapi Hak Cipta program komputer yang disempurnakan serta Manual Book penggunaan produk.

Produk ini diharapkan dapat mendukung pembelajaran PAI yang lebih menarik, kontekstual, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan. Pada saat yang sama, Smart-AR PAI diarahkan untuk memperkuat pembelajaran nilai-nilai moderasi beragama melalui pengalaman belajar yang lebih dekat dengan karakteristik peserta didik yang akrab dengan teknologi digital.

WhatsApp-Image-2026-08-06-at-09.01.30

Pengembangan Smart-AR PAI juga merupakan kelanjutan dari roadmap riset tim. Pada 2024, tim telah mengembangkan aset visual 3D dan mekanisme tracking AR dasar melalui penelitian pengembangan modul digital berbasis AR. Pada 2025, pengembangan dilanjutkan dengan formulasi model evaluasi interaktif berbasis AR untuk penguatan nilai moderasi beragama. Tahun 2026 menjadi tahap integrasi dan hilirisasi melalui Smart-AR PAI.

Selanjutnya, Uji Coba oleh Mahasiswa dan Sekolah/Madrasah

Setelah dinyatakan layak berdasarkan hasil pengujian ahli, tim peneliti akan melanjutkan tahapan pengujian pengguna.

Pada minggu depan, Smart-AR PAI akan diuji coba terlebih dahulu oleh mahasiswa Fakultas Teknik Komputer, khususnya mahasiswa dengan konsentrasi Multimedia. Tahap ini ditujukan untuk memperoleh masukan dari pengguna yang memiliki kompetensi dan pengalaman pada bidang media digital dan multimedia sebelum produk dibawa ke lingkungan pengguna yang lebih luas.

WhatsApp-Image-2026-08-06-at-09.02.10-(1)

Selanjutnya, pada minggu terakhir Agustus 2026, tim merencanakan uji coba lapangan di beberapa sekolah dan/atau madrasah. Pada tahap tersebut, selain menguji penggunaan produk dalam lingkungan pembelajaran yang sesungguhnya, tim juga akan melaksanakan pengukuran System Usability Scale (SUS) dan Single Ease Question (SEQ) untuk memperoleh gambaran mengenai kemudahan penggunaan dan pengalaman pengguna terhadap Smart-AR PAI.

Tahap uji coba lapangan tersebut menjadi bagian penting dalam target pengembangan Smart-AR PAI dari TKT 4 menuju TKT 6, yaitu dari validasi komponen/subsistem dalam lingkungan laboratorium menuju demonstrasi prototipe dalam lingkungan sekolah yang relevan.

Menuju Produk Inovasi Pembelajaran PAI

Rangkaian proses yang dilakukan sejak FGD, pengembangan aplikasi, rendering, pengujian teknis, validasi ahli, hingga uji coba lapangan menunjukkan bahwa Smart-AR PAI dikembangkan melalui tahapan yang sistematis dan berbasis kebutuhan pengguna.

Bagi Universitas Cokroaminoto Palopo, pengembangan Smart-AR PAI menjadi bagian dari upaya mendorong hasil riset agar tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat dihilirkan menjadi produk inovasi teknologi pendidikan yang dapat dimanfaatkan secara nyata oleh guru dan peserta didik.

Dengan mengintegrasikan Pendidikan Agama Islam, Augmented Reality, Deep Learning, pembelajaran adaptif, dan evaluasi pembelajaran, Smart-AR PAI diharapkan dapat menjadi salah satu inovasi pembelajaran yang memberikan pengalaman belajar PAI yang lebih interaktif, imersif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan teknologi pendidikan.

Smart-AR PAI — Mengintegrasikan Nilai, Teknologi, dan Pengalaman Belajar untuk Pendidikan Agama Islam Masa Depan.

Twitter