Wujudkan Desa Mandiri Ekonomi, PKM UNCP Berdayakan Petani Kakao dengan Teknologi Fermentasi Modern
UNCP.AC.iD, LUWU - Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pelaksanaan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Bertempat di Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, tim PKM UNCP melaksanakan kegiatan bertajuk "Pemberdayaan Kelompok Mitra Tani Bassiang Melalui Teknologi Fermentasi Biji Kakao dan Diversifikasi Produk Olahan Cokelat Menuju Desa Mandiri Ekonomi" sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas kakao sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa.
.jpeg)
Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 28 Juni 2026 ,Program didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini diketuai oleh Sunarti Cambaba, S.Si., M.Sc., dengan anggota Muhammad Akram Hamzah, S.Kom., M.Kom., dan Jumarniati, S.Pd., M.Pd. Kegiatan tersebut menggandeng Kelompok Mitra Tani Bassiang sebagai mitra utama dalam penerapan teknologi pengolahan kakao yang lebih modern, efisien, dan bernilai ekonomi tinggi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Ketua Pelaksana serta perwakilan pemerintah desa yang secara resmi membuka kegiatan. Selanjutnya, peserta memperoleh materi mengenai teknik budidaya kakao yang baik, pengendalian hama dan penyakit tanaman, hingga strategi peningkatan kualitas hasil panen sebagai fondasi utama dalam menghasilkan biji kakao berkualitas.

Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan pelatihan penggunaan teknologi kotak fermentasi bertingkat serta pemanfaatan rak penjemuran modern. Teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas fermentasi biji kakao sehingga menghasilkan cita rasa dan mutu yang lebih baik serta memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar.
Tidak berhenti pada peningkatan kualitas bahan baku, tim PKM UNCP juga memberikan pelatihan diversifikasi produk olahan kakao menjadi berbagai produk cokelat bernilai tambah. Melalui kegiatan ini, para petani didorong untuk tidak hanya menjual biji kakao sebagai komoditas mentah, tetapi juga mampu mengembangkan produk olahan yang memberikan keuntungan ekonomi lebih besar.

Sebagai bentuk penguatan aspek kewirausahaan, peserta turut dibekali pelatihan digital marketing, desain kemasan (packaging), serta strategi manajemen promosi. Materi ini diharapkan mampu membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan daya tarik produk, sekaligus memperkuat identitas produk lokal agar mampu bersaing di era ekonomi digital.
Ketua Tim PKM, Sunarti Cambaba, S.Si., M.Sc., menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat mengoptimalkan potensi lokal melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Kami berharap program ini mampu meningkatkan kapasitas petani, mulai dari proses budidaya, fermentasi, pengolahan produk hingga pemasaran. Dengan demikian, kakao tidak hanya memiliki nilai jual yang lebih tinggi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat menuju desa yang mandiri dan sejahtera," ungkapnya.
.jpeg)
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Kelompok Mitra Tani Bassiang mengikuti setiap sesi dengan aktif, mulai dari diskusi, praktik penggunaan teknologi fermentasi, hingga pelatihan pengolahan produk dan pemasaran digital. Hal ini menunjukkan besarnya semangat masyarakat dalam mengembangkan potensi kakao sebagai komoditas unggulan daerah.
Tim PKM Universitas Cokroaminoto Palopo menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas dukungan pendanaan yang telah diberikan sehingga program ini dapat terlaksana dengan baik. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kelompok Mitra Tani Bassiang, pemerintah setempat, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan kerja sama selama pelaksanaan kegiatan.

Melalui program ini, Universitas Cokroaminoto Palopo terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang berdampak bagi masyarakat. Sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan kelompok tani diharapkan mampu melahirkan inovasi yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mewujudkan desa mandiri ekonomi berbasis potensi unggulan lokal.