Berita

BEM UNCP Gelar Pelatihan Advokasi dan Jurnalistik, Dorong Mahasiswa Berkarya dan Berprestasi

UNCP.AC.ID. PALOPO - 8 Agustus 2026,  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) menggelar Pelatihan Advokasi dan Jurnalistik Mahasiswa sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas mahasiswa dalam berorganisasi, mengelola isu, serta menyampaikan gagasan secara baik dan bertanggung jawab.

Kegiatan yang mengusung tema “Gerakan 5.0: Membangun Mahasiswa Kritis, Adaptif, dan Berpengaruh melalui Advokasi dan Jurnalistik” ini berlangsung selama tiga hari, 7–9 Agustus 2026, di Villa Bosowa, Kelurahan Murante, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo. Kegiatan diikuti sebanyak 30 peserta.

WhatsApp-Image-2026-08-08-at-14.06.15

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNCP, Syamsuddin, S.P., M.P. Dalam sambutannya, Syamsuddin menekankan pentingnya kegiatan kemahasiswaan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter, pengembangan potensi, dan pencapaian prestasi mahasiswa.

Menurutnya, kehidupan mahasiswa tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Organisasi dan berbagai kegiatan kemahasiswaan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar memimpin, bekerja sama, berkomunikasi, menyelesaikan persoalan, serta mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Manfaatkan organisasi sebagai ruang untuk belajar dan mengembangkan potensi. Ikuti berbagai kegiatan dengan sungguh-sungguh, karena dari proses itulah kemampuan dan prestasi mahasiswa dapat tumbuh,” ujarnya.

Ia juga mendorong mahasiswa UNCP untuk lebih aktif mengambil kesempatan dalam berbagai kegiatan dan kompetisi, baik di tingkat internal maupun eksternal kampus. Menurutnya, prestasi mahasiswa tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kreativitas, kepemimpinan, karya, kemampuan berorganisasi, dan kontribusi nyata yang diberikan.

Syamsuddin berharap kegiatan seperti Pelatihan Advokasi dan Jurnalistik dapat menjadi bagian dari ekosistem kemahasiswaan yang terus mendorong mahasiswa untuk berkembang dan berprestasi. Ia juga mengapresiasi BEM UNCP yang telah menghadirkan ruang pembelajaran bagi mahasiswa melalui kegiatan tersebut.

“Mahasiswa harus berani mencoba, berani tampil, dan berani mengambil kesempatan. Dari pengalaman itulah kemampuan akan terbentuk dan prestasi bisa lahir,” tambahnya.

WhatsApp-Image-2026-08-08-at-14.06.15-(2)

Sementara itu, Wakil Presiden Mahasiswa UNCP, Juwita Indah Sari, mengatakan bahwa pelatihan ini menjadi salah satu upaya BEM UNCP untuk memperkuat kapasitas mahasiswa, khususnya dalam memahami advokasi dan jurnalistik sebagai bagian penting dalam kehidupan organisasi.

Menurut Juwita, mahasiswa tidak cukup hanya aktif mengikuti kegiatan, tetapi juga perlu memiliki kemampuan membaca persoalan, mengelola isu, menyampaikan aspirasi, dan membangun komunikasi yang baik.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mahasiswa tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu membaca persoalan, menyampaikan gagasan, dan berani mengambil peran. Advokasi mengajarkan kita untuk memperjuangkan apa yang menjadi kepentingan bersama, sementara jurnalistik membantu kita menyampaikan informasi dan gagasan secara bertanggung jawab,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk saling bertukar pengalaman dan membangun jejaring antarmahasiswa. Menurutnya, proses belajar dalam organisasi tidak hanya diperoleh dari materi, tetapi juga dari diskusi, interaksi, dan pengalaman bersama selama mengikuti kegiatan.

WhatsApp-Image-2026-08-08-at-14.06.15-(1)

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi dan aktivitas yang berkaitan dengan advokasi dan jurnalistik. Peserta juga diajak untuk berdiskusi, mengidentifikasi persoalan, menyusun gagasan, serta memahami bagaimana menyampaikan informasi dan aspirasi secara efektif.

Melalui kegiatan ini, BEM UNCP berharap lahir mahasiswa yang tidak hanya memiliki keberanian untuk bersuara, tetapi juga mampu mengolah gagasan menjadi gerakan yang positif dan berdampak.

Gerakan 5.0 diharapkan tidak berhenti sebagai tema kegiatan, tetapi menjadi semangat bagi mahasiswa untuk terus belajar, bergerak, berkolaborasi, dan mengambil peran dalam berbagai ruang kemahasiswaan.

Dengan penguatan kapasitas melalui advokasi dan jurnalistik, mahasiswa diharapkan semakin siap menjadi pribadi yang kritis dalam berpikir, adaptif menghadapi perubahan, aktif dalam organisasi, serta mampu mengukir prestasi dan memberikan kontribusi bagi kampus dan masyarakat.

Twitter