Dosen UNCP Terapkan Smart Irrigation Berbasis IoT untuk Kelompok Tani Hortikultura di Luwu
Tim dosen Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kelompok Tani Bukit Lombu, Desa Marinding, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan ini mengangkat program “Implementasi Teknologi Smart Irrigation dan Sirkulasi Udara Otomatis Melalui Pertanian Presisi Berbasis IoT”.
Program tersebut dilaksanakan melalui skema pemberdayaan berbasis masyarakat. Fokus utamanya adalah pendampingan implementasi teknologi pertanian presisi berbasis Internet of Things (IoT) untuk membantu petani mengelola greenhouse secara lebih efektif.

Tim pelaksana diketuai oleh Muhammad Naim, S.P., M.P., dengan anggota Safwan Kasma, S.Kom., M.Pd., dan Rosmiati, S.Pd., M.T. Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa Program Studi Informatika UNCP, yakni Peni Trivie dan Nia Rahmadina.
Sebanyak 10 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas ketua dan anggota Kelompok Tani Bukit Lombu serta Kepala Desa Marinding.
Ketua Tim PKM, Muhammad Naim, mengatakan kegiatan ini bertujuan membantu petani mengatasi kendala pengelolaan greenhouse yang selama ini mengalami layu sebelum panen karen suhu dan kelembpan ruangan yang tidak stabil.
Menurutnya, teknologi smart irrigation dan sirkulasi udara otomatis diharapkan dapat membantu petani memantau kondisi air, suhu, dan kelembapan secara lebih cepat dan akurat.
“Program ini kami hadirkan sebagai bentuk transfer teknologi dari perguruan tinggi kepada masyarakat. Melalui sistem smart irrigation dan sirkulasi udara otomatis berbasis IoT, petani dapat memantau dan mengontrol kondisi greenhouse secara lebih efisien, sehingga pertumbuhan tanaman dapat lebih terjaga,” kata Muhammad Naim.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemasangan teknologi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas petani agar mampu mengoperasikan, merawat, dan memanfaatkan teknologi secara mandiri.
“Kami berharap teknologi ini tidak berhenti pada kegiatan PKM saja, tetapi benar-benar menjadi alat bantu produktif bagi petani. Karena itu, tim juga memberikan pendampingan agar mitra mampu menggunakan sistem ini secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim PKM memberikan materi dan pendampingan terkait pengenalan teknologi smart irrigation berbasis IoT, penggunaan sensor untuk memantau kondisi lingkungan greenhouse, pengoperasian sistem pompa otomatis, serta penerapan sirkulasi udara otomatis menggunakan blower fan.
Peserta juga mendapat pendampingan mengenai pengelolaan pascapanen, pengemasan produk secara higienis.
Kelompok Tani Bukit Lombu selama ini mengembangkan komoditas hortikultura, seperti selada, sawi, dan pakcoy. Kelompok tani tersebut telah memiliki greenhouse, bak penanaman, dan area pembibitan yang menjadi potensi penting untuk pengembangan pertanian modern.
Namun, pengelolaan lingkungan greenhouse masih dilakukan secara manual. Petani harus datang langsung ke lokasi untuk memantau kondisi air, suhu, dan kelembapan.
Kondisi tersebut membuat proses pengawasan kurang efisien dan berpotensi terlambat dalam mengambil tindakan ketika terjadi perubahan kondisi lingkungan tanaman. Selain persoalan produksi, kelompok tani juga masih menghadapi kendala pemasaran karena hasil panen umumnya dipasarkan melalui jalur tradisional dan belum didukung pengemasan yang higienis serta branding produk yang kuat.
Melalui program ini, tim PKM UNCP menerapkan sistem monitoring dan kontrol otomatis berbasis IoT. Sistem tersebut dirancang agar petani dapat memantau kondisi greenhouse secara real-time melalui perangkat digital.
Teknologi yang diterapkan meliputi sistem kontrol kadar air, suhu, dan kelembapan berbasis IoT, serta sistem sirkulasi udara otomatis untuk menjaga kestabilan suhu dan kelembapan di dalam greenhouse.
Sistem tersebut diharapkan dapat membantu menekan risiko bibit gagal tumbuh, mengurangi tanaman layu menjelang panen, serta meningkatkan efisiensi penggunaan air dan tenaga kerja.
Ketua Kelompok Tani Bukit Lombu, Ismail Haeruddin, menyampaikan apresiasi kepada tim Universitas Cokroaminoto Palopo atas pelaksanaan program tersebut.
Ia mengatakan, teknologi yang diberikan sangat membantu petani dalam mengatasi permasalahan yang selama ini dihadapi, khususnya dalam pengelolaan air dan kondisi udara di dalam greenhouse.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada tim PKM Universitas Cokroaminoto Palopo. Program ini sangat membantu kami, karena selama ini pemantauan tanaman masih dilakukan secara manual. Dengan adanya teknologi ini, kami berharap pekerjaan petani menjadi lebih mudah dan hasil panen semakin baik,” kata Ismail.
Kepala Desa Marinding juga menyampaikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai kerja sama antara perguruan tinggi dan masyarakat desa sangat penting untuk mendorong kemajuan sektor pertanian lokal.
“Kami sangat bersyukur karena Desa Marinding mendapat perhatian melalui program ini. Semoga kerja sama seperti ini terus berlanjut, karena manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat, khususnya kelompok tani,” ujarnya.
Tim PKM Universitas Cokroaminoto Palopo juga menyampaikan terima kasih kepada DPPM Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, atas dukungan pendanaan yang diberikan sehingga program pemberdayaan ini dapat terlaksana.
Melalui kegiatan ini, Universitas Cokroaminoto Palopo berharap penerapan teknologi smart irrigation dan sirkulasi udara otomatis dapat menjadi model pemberdayaan petani berbasis teknologi di Kabupaten Luwu.
Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, kualitas hasil panen, dan daya saing produk pertanian lokal melalui penerapan pertanian presisi berbasis IoT.