Berita

Dorong Sagu Jadi Komoditas Unggulan Lokal,Dosen UNCP Hadirkan Teknologi Modern bagi UMKM Barammamase

UNCP.AC.ID, LUWU — Potensi sagu yang selama ini menjadi kekayaan alam Desa Barammamase, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, kini mulai bertransformasi menjadi komoditas unggulan bernilai ekonomi tinggi. Melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM), tim dosen Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) menghadirkan pelatihan dan transfer teknologi pengolahan sagu modern kepada Kelompok Usaha "Sagu Tori Hafidza" sebagai upaya mendorong hilirisasi pangan lokal berbasis potensi desa. Selasa 30 juni 2026 kanda.

2

Program ini didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026. Melalui inovasi diversifikasi produk, pati sagu yang selama ini hanya dipasarkan dalam bentuk mentah diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti gula cair sagu, keripik sagu aneka rasa, dan dange inovatif yang memiliki daya saing lebih tinggi serta siap menembus pasar modern.

PPT-Tugas-Akhir-Evaluasi-Pembelajaran-(2)

Desa Barammamase dikenal sebagai salah satu sentra sagu di Kabupaten Luwu, dengan ketersedian pohon sagu yang masing melimpah. Namun, kelimpahan itu belum berbanding lurus dengan kesejahteraan warga. Selama ini pati sagu dijual dalam bentuk basah kepada pengepul dengan harga hanya sekitar Rp2.500 per kilogram. Produk olahan andalan kelompok, yakni dange dan kue tori, juga memiliki umur simpan pendek — hanya dua hingga tiga hari — sehingga sulit menembus pasar yang lebih luas. Akibatnya, pendapatan anggota kelompok pengolah sagu, rata-rata masih tergolong rendah

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan doa, dilanjutkan sambutan Ketua Pelaksana, Iriansa, S.Si., M.Sc. Dalam sambutannya, Iriansa menegaskan bahwa program ini tidak menghapus produk khas mitra, melainkan meningkatkan nilainya. “Kami tidak ingin mengganti dange dan kue tori yang menjadi identitas warga Barammamase. Justru kami memperkuatnya lewat inovasi rasa dan kemasan, sekaligus membuka lini produk baru seperti gula sagu cair yang nilainya bisa berkali-kali lipat,” ujarnya.

PPT-Tugas-Akhir-Evaluasi-Pembelajaran-(1)

Ketua Kelompok “Sagu Tori Hafidza”, Yulvani, menyambut baik pendampingan tersebut. Ia berharap ilmu dan teknologi yang diterima dapat meningkatkan pendapatan serta memperluas pasar kelompoknya. “Selama ini kami hanya menjual pati basah dan dange ke warung serta pasar sekitar. Dengan pelatihan ini, kami optimistis produk kami bisa lebih tahan lama, lebih menarik, dan bisa dijual sampai ke luar daerah,” katanya.

Rangkaian pelatihan menghadirkan sejumlah materi teknis. Iriansa, S.Si., M.Sc. memandu pelatihan teknologi dan pembuatan gula cair sagu — produk unggulan yang di pasaran dihargai Rp50.000 hingga Rp70.000 per kilogram. Nurasia, S.Pd., M.Pd. membawakan pelatihan pembuatan kripik sagu aneka varian rasa sekaligus materi pengemasan dan pemasaran produk berbasis pasar modern. Sementara itu, Akramunnisa, S.Pd., M.Pd. melatih pembuatan dange sagu dengan varian rasa baru agar lebih diminati generasi muda. Ketiganya merupakan dosen Universitas Cokroaminoto Palopo yang tergabung dalam tim pelaksana program.

10

Selain penguatan keterampilan, tim juga menyerahkan sejumlah teknologi tepat guna kepada mitra. Bantuan alat mencakup mesin pembuat gula cair/padat, mesin pengayak tepung, mesin press tutup botol, vacuum sealer, hingga kemasan standing pouch berlabel. Teknologi ini diharapkan mempercepat proses produksi, menjaga higienitas, memperpanjang umur simpan produk, serta meningkatkan daya saing di pasar ritel modern maupun daring.

Melalui pendampingan berkelanjutan — termasuk pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan izin edar PIRT serta pemasaran digital — program ini diharapkan mampu mengakselerasi ekonomi kelompok mitra secara mandiri. Upaya tersebut sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pengentasan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi yang layak, serta memperkuat hilirisasi pangan lokal dari desa.

11

Kegiatan ditutup dengan penyerahan teknologi secara simbolis dan foto bersama, menandai dimulainya babak baru usaha sagu Barammamase menuju pasar yang lebih luas.

(Tim PKM Dosen Universitas Cokroaminoto Palopo — Kelompok “Sagu Tori Hafidza”, Desa Barammamase, Kabupaten Luwu)

Twitter