Berita

PUSPENA UNCP Hadir untuk Ketangguhan Desa: Dari Riset Kebencanaan Menuju Desa Tangguh di Latimojong

UNCP.AC.ID, LUWU - Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat oleh PUSPENA UNCP bersama PT Masmindo Dwi Area, BPBD Kabupaten Luwu, Dinas Sosial Kabupaten Luwu, dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Luwu, bergandengan dengan pemerintah serta masyarakat Desa Tolajuk dan Desa Boneposi, dalam mewujudkan Desa Tangguh Bencana.

Screenshot-2026-07-01-093824

Di lereng Kawasan Latimojong, Kabupaten Luwu, bekas tanah longsor masih membekas di antara hijau perbukitan — pengingat bahwa ancaman bencana di wilayah ini bukan kemungkinan yang jauh, melainkan kenyataan yang berulang. Sepanjang Juni 2026, Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP), melalui Pusat Studi Pemetaan dan Bencana (PUSPENA), menempuh satu rangkaian utuh: dari penelitian pemetaan titik rawan hingga inisiasi dan penguatan Desa Tangguh Bencana (Destana) — perwujudan nyata Tridharma Perguruan Tinggi yang mempertemukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Program ini digerakkan oleh tim lintas disiplin UNCP yang memadukan teknologi informasi, sains kebumian, serta pertanian dan lingkungan — sehingga pendekatan mitigasi berjalan utuh: dari membaca struktur tanah, memetakannya secara digital, hingga menumbuhkan ketangguhan sosial masyarakat.

Boneposi dan Tolajuk adalah desa pegunungan dengan lereng curam dan curah hujan tinggi, sehingga tanah longsor menjadi ancaman utama — sebagaimana peristiwa 3 Mei 2024. Untuk memahaminya secara ilmiah, Prodi Fisika (Fakultas Sains) menjalankan survei geolistrik guna mengenali lapisan bawah permukaan yang rawan bergerak, lalu dirangkai dengan pemetaan udara dan pengamatan bersama warga menjadi peta kerawanan berbasis data.

Screenshot-2026-07-01-093854

Hasil penelitian tidak berhenti sebagai laporan. Prodi Informatika (Fakultas Teknik Komputer) bersama PT Masmindo Dwi Area menerjemahkannya menjadi sistem WebGIS interaktif di portal puspena.com, yang memadukan tiga kemampuan dalam satu platform.

Screenshot-2026-07-01-093937

Pada Jumat, 19 Juni 2026, tim PUSPENA UNCP beraudiensi dengan BPBD Kabupaten Luwu di Belopa, memaparkan hasil penelitian dan mendemonstrasikan WebGIS. BPBD mengapresiasi dan mengarahkan rencana tindak lanjut berupa penguatan Destana di Desa Boneposi, Ranteballa, Tolajuk, dan Kadundung.

Screenshot-2026-07-01-094032

Ilmu kemudian dikembalikan kepada pemiliknya. Di Desa Boneposi (12 Juni) dan Desa Tolajuk (19 Juni), PUSPENA UNCP menggelar lokakarya hasil penelitian dan menginisiasi kelembagaan Destana — beralas tikar, ditemani kopi, tumbuh dari musyawarah. Dukungan PT Masmindo Dwi Area mengalir melalui program tanggung jawab sosial “Jaga Desa” bersama Pemkab Luwu, dengan tiga pilar: Jaga Stabilitas Desa, Jaga Masa Depan Desa, dan Jaga Keselamatan Desa.

Screenshot-2026-07-01-094054

Pada 27–28 Juni 2026, penguatan kapasitas dan simulasi bencana digelar di kedua desa dengan empat mitra: BPBD Kabupaten Luwu (kesiapsiagaan, kedaruratan, dan logistik), PMI Kabupaten Luwu (pertolongan pertama), Dinas Sosial Kabupaten Luwu (psikososial dan dapur umum), serta PT Masmindo Dwi Area (teknologi EWS dan Search and Rescue). Warga mempraktikkan pendirian tenda darurat, memasang rambu jalur evakuasi dan titik kumpul, lalu menguji kesiapan melalui simulasi evakuasi yang ditutup dengan evaluasi bersama.

Screenshot-2026-07-01-094116

Pengetahuan tidak hanya disampaikan secara lisan. Sebagai rujukan mandiri yang dapat dibawa dan dibaca kapan saja, tim UNCP menyusun Buku Saku Desa Tangguh Bencana — panduan ringkas namun komprehensif. Buku ini memuat pengenalan ancaman bencana di Kecamatan Latimojong, fenomena hidrometeorologi, panduan siaga menghadapi gempa bumi, banjir, tanah longsor, puting beliung, kekeringan, hingga kebakaran hutan dan lahan, serta materi kesiapsiagaan dan mitigasi — diterbitkan khusus untuk Destana Boneposi dan Destana Tolajuk.

Screenshot-2026-07-01-094124

Program berlanjut sebagai rangkaian berkelanjutan: (1) sosialisasi dan inisiasi Destana (telah berlangsung); (2) pelatihan lanjutan bersama narasumber (telah berlangsung); (3) pemasangan rambu kebencanaan; dan (4) simulasi kebencanaan berkala untuk menjaga kesiapan warga, kelembagaan, jalur, dan titik kumpul.

Nilai terbesar teknologi ini bukan kecanggihannya, melainkan kemampuannya menjadikan bahaya sebagai gambaran bersama yang visual dan terbuka. Dari survei geolistrik hingga simulasi evakuasi, Universitas Cokroaminoto Palopo menegaskan komitmennya menjadikan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai ikhtiar nyata menjaga keselamatan negeri — satu desa tangguh pada satu waktu.

Screenshot-2026-07-01-094130

Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Rektor Universitas Cokroaminoto Palopo, Ibu Dr. Sri Hastuty Saruman, S.E., M.Pd, atas dukungan dan bimbingan agar sivitas akademika senantiasa berkontribusi bagi masyarakat dalam wujud Tridharma Perguruan Tinggi — pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Terima kasih pula kepada PT Masmindo Dwi Area, BPBD Kabupaten Luwu, Dinas Sosial Kabupaten Luwu, dan PMI Kabupaten Luwu, serta pemerintah dan masyarakat Desa Boneposi dan Desa Tolajuk, atas kolaborasi, kepercayaan, dan kerja sama yang luar biasa sepanjang kegiatan ini.

Twitter