Berita

Dosen UNCP Berhasil Kembangkan “SiPakar RUla”, Petani Pantau Budidaya Rumput Laut via Ponsel

Teknologi berbasis Artificial Intelligence of Things ini mampu mendeteksi suhu dan salinitas air sekaligus memberikan rekomendasi pengaturan pelampung tali bentangan rumput laut setiap 15 menit.

UNCP.AC.ID, LUWU - Dosen Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) berhasil mengembangkan dan menerapkan SiPakar RUla, sebuah sistem pakar budidaya rumput laut yang terintegrasi dengan teknologi Artificial Intelligence of Things atau AIoT. Berdasarkan hasil penerapan dan pengujian lapangan, perangkat tersebut berhasil memantau suhu dan salinitas air secara waktu nyata sekaligus mengirimkan hasil diagnosis serta rekomendasi tindakan langsung ke telepon pintar petani.

WhatsApp-Image-2026-06-18-at-13.45.13

Penerapan SiPakar RUla dilaksanakan pada lahan budidaya rumput laut milik Kelompok Tani Mujur Bersama di Desa Bassiang Timur, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Sebelum teknologi ini diterapkan, petani harus mendatangi lokasi budidaya hampir setiap hari untuk memeriksa kondisi rumput laut dan lingkungan perairan secara manual.

Cara pemantauan tersebut membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya operasional karena petani harus pergi ke laut menggunakan perahu. Selain itu, perubahan suhu dan salinitas yang tidak segera diketahui dapat memengaruhi pertumbuhan, kualitas, dan keberhasilan panen rumput laut.

2-(1)

SiPakar RUla dikembangkan untuk menjawab permasalahan tersebut. Sistem ini menggunakan sensor yang dipasang pada area budidaya untuk membaca suhu dan salinitas air. Data hasil pembacaan kemudian dikirimkan melalui jaringan komunikasi ke server untuk dianalisis, lalu hasilnya ditampilkan melalui aplikasi pada telepon pintar petani dengan pembaruan informasi setiap 15 menit.

Keunggulan SiPakar RUla tidak hanya terletak pada kemampuannya mendeteksi suhu dan salinitas air. Sistem ini juga secara otomatis melakukan diagnosis terhadap kondisi budidaya dan memberikan rekomendasi pengaturan pelampung pada tali bentangan rumput laut.

1-(1)

Berdasarkan hasil analisis kondisi perairan, sistem akan memberikan salah satu dari tiga rekomendasi. Pertama, jumlah pelampung dipertahankan apabila posisi rumput laut telah sesuai dengan kondisi optimal. Kedua, pelampung dikurangi agar posisi tali bentangan dan rumput laut sedikit lebih tenggelam. Ketiga, pelampung ditambah agar posisi rumput laut terangkat lebih dekat ke permukaan air.

Ketiga kondisi tersebut dianalisis secara otomatis berdasarkan data suhu dan salinitas yang diterima oleh sistem. Hasil diagnosis dan rekomendasi selanjutnya dikirimkan langsung ke telepon pintar petani setiap 15 menit. Dengan demikian, petani tidak hanya menerima angka hasil pengukuran, tetapi juga memperoleh petunjuk tindakan yang dapat segera dilakukan pada lahan budidaya.

WhatsApp-Image-2026-06-18-at-11.56.46

Teknologi ini mengintegrasikan sensor suhu–salinitas, perangkat Internet of Things, sumber energi surya, aplikasi Android, serta metode Hybrid Rule-Based Fuzzy Inference System atau RB–FIS. Metode tersebut memungkinkan data lingkungan diolah berdasarkan aturan dan pengetahuan pakar sehingga menghasilkan diagnosis serta rekomendasi yang mudah dipahami dan diterapkan oleh petani.

Hasil pengujian lapangan menunjukkan bahwa perangkat mampu membaca dan mengirimkan data kondisi perairan ke aplikasi secara berkala. Informasi yang sebelumnya hanya dapat diketahui dengan mendatangi lokasi budidaya kini dapat dipantau dari rumah atau tempat lain selama telepon pintar petani terhubung dengan jaringan internet.

Perwakilan mitra menyampaikan bahwa keberadaan SiPakar RUla sangat bermanfaat bagi para petani rumput laut. Petani tidak perlu lagi setiap hari pergi ke laut hanya untuk mengecek kondisi suhu, salinitas, dan posisi rumput laut pada tali bentangan.

“Alat ini sangat membantu kami sebagai petani rumput laut. Sebelumnya, kami harus datang langsung ke laut untuk melakukan pengecekan. Sekarang, suhu dan salinitas air dapat dilihat melalui telepon seluler setiap 15 menit. Aplikasi juga langsung memberikan petunjuk apakah pelampung perlu dipertahankan, dikurangi, atau ditambah,” ungkap perwakilan mitra.

Keberhasilan penerapan SiPakar RUla menjadi langkah penting dalam mendorong transformasi budidaya rumput laut dari sistem konvensional menuju budidaya yang lebih cerdas dan berbasis data. Teknologi ini berpotensi membantu petani menghemat waktu, tenaga, dan biaya operasional sekaligus mempercepat pengambilan tindakan ketika terjadi perubahan kondisi lingkungan perairan.

Ketua tim peneliti, Baso Ali, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa SiPakar RUla tidak hanya dikembangkan sebagai perangkat pemantauan, tetapi juga sebagai sistem pendukung keputusan bagi petani. Informasi teknis dari sensor diolah menjadi rekomendasi praktis sehingga petani dapat mengambil tindakan tanpa harus melakukan analisis data yang rumit.

Penelitian ini melibatkan tim lintas keilmuan dari bidang teknik elektro, informatika, dan matematika. Tim inti terdiri atas Baso Ali, S.Pd.M.Pd, sebagai ketua serta Syafriadi, S.Kom., M.Kom dan Dr. Syamsu Alam, M.Pd, sebagai anggota serta Erwin Sukma, S.Kom., M.Kom, selaku tim pembatu peneliti. Pengembangan dan penerapan teknologi tersebut juga melibatkan mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Cokroaminoto Palopo, yaitu Jericho Christian Tenri, Reynaldi Kholil Putra, dan Keke Indah Parawansyah.

Keterlibatan mahasiswa memberikan pengalaman langsung dalam perakitan perangkat, pemasangan sistem AIoT, pengembangan tampilan aplikasi, pengumpulan data, serta pengujian teknologi di lingkungan perairan nyata. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, pakar, dan kelompok tani menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan penerapan SiPakar RUla.

Ke depan, sistem ini akan terus dievaluasi dan disempurnakan agar semakin andal serta dapat diterapkan secara lebih luas pada sentra-sentra budidaya rumput laut lainnya. SiPakar RUla diharapkan menjadi salah satu inovasi perguruan tinggi yang mendukung terwujudnya budidaya rumput laut yang produktif, adaptif terhadap perubahan lingkungan, dan berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, tim pelaksana menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada KEMENDIKTISAINTEK (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi) selaku pemberi dana penelitian. Dukungan pendanaan tersebut telah memberikan kesempatan kepada tim untuk mengembangkan, merakit, menerapkan, dan menguji SiPakar RUla secara langsung pada lahan budidaya milik mitra.

Tim pelaksana juga menyampaikan terima kasih kepada Universitas Cokroaminoto Palopo atas dukungan yang diberikan, baik dalam aspek administrasi maupun dukungan moral selama seluruh tahapan penelitian. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan inovasi hasil penelitian yang dapat memberikan manfaat nyata bagi petani rumput laut dan masyarakat pesisir.

Twitter