FGD Penelitian Fundamental, Rumuskan Model Evaluasi Interaktif Berbasis AR untuk Moderasi Beragama
UNCP.AC.ID, PALOPO - Tim Peneliti Penelitian Fundamental Reguler Tahun ke-2 melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD), Selasa 7 Juli 2026, sebagai bagian dari tahapan penyempurnaan penelitian yang berjudul "Formulasi Model Evaluasi Interaktif Berbasis Augmented Reality (AR) dalam Penguatan Nilai-Nilai Moderasi Beragama di Kurikulum Pendidikan Agama."
.jpeg)
Penelitian ini diketuai oleh Supriadi, S.Ag., M.Pd., dengan Abdul Zahir, S.Pd., M.Pd. sebagai Anggota 1 dan M. Ilham Arief, S.Kom., M.Kom. sebagai Anggota 2. Memasuki tahun kedua pelaksanaan penelitian, tim peneliti terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menghasilkan model evaluasi pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan di era digital.

FGD dihadiri oleh guru-guru SMP sebagai mitra penelitian, mahasiswa, Ketua Program Studi Informatika, Vicky Bin Djusmin, S.Kom., M.Kom., serta perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Kehadiran berbagai unsur tersebut bertujuan untuk memperoleh masukan yang komprehensif dalam penyempurnaan model evaluasi interaktif berbasis Augmented Reality (AR) yang tengah dikembangkan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta secara aktif mendiskusikan tantangan implementasi pembelajaran Pendidikan Agama di sekolah, strategi penguatan nilai-nilai moderasi beragama, serta pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media evaluasi yang mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik. Model yang dikembangkan dirancang untuk mendukung pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama secara inklusif, meliputi Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha, sehingga dapat menjadi media evaluasi yang relevan dengan keberagaman peserta didik di Indonesia.
Guru-guru peserta FGD berbagi pengalaman mengenai kebutuhan media evaluasi yang lebih menarik, interaktif, dan mudah diterapkan di kelas. Mahasiswa turut memberikan perspektif sebagai generasi yang akrab dengan teknologi digital, sehingga model yang dikembangkan diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih efektif, adaptif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik masa kini.

Dalam kesempatan tersebut, Vicky Bin Djusmin, S.Kom., M.Kom. selaku Ketua Program Studi Informatika memberikan masukan terkait aspek teknis pengembangan sistem berbasis AR, khususnya dalam menciptakan aplikasi yang mudah digunakan, memiliki performa yang baik, serta mampu mendukung proses evaluasi pembelajaran secara optimal. Sementara itu, perwakilan LPPM menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan penelitian yang telah memasuki tahun kedua dan berharap hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan inovasi pembelajaran di Indonesia.
.jpeg)
Melalui kegiatan FGD ini, tim peneliti memperoleh berbagai rekomendasi strategis sebagai dasar penyempurnaan model evaluasi interaktif berbasis AR. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi salah satu inovasi pembelajaran yang tidak hanya memanfaatkan kemajuan teknologi, tetapi juga mampu memperkuat nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, saling menghormati, dan kehidupan harmonis dalam masyarakat multikultural melalui pembelajaran Pendidikan Agama.
Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen tim peneliti dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi digital dengan pendidikan karakter, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, mahasiswa, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung transformasi pendidikan di Indonesia.