Smart Village Pesisir, Tim Dosen UNCP Dampingi Petani Rumput Laut di Bassiang Timur
Tim Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Universitas Cokroaminoto Palopo melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat bertema “Smart Village Pesisir: Pemberdayaan Desa Bassiang Timur melalui Hilirisasi Rumput Laut Berbasis Teknologi Tepat Guna”.
Kegiatan ini berlangsung di Desa Bassiang Timur, Kabupaten Luwu, Kamis (2/7/2026).
Program tersebut menghadirkan bantuan dan pendampingan penggunaan alat penarik dan perontok rumput laut bagi petani. Teknologi tepat guna ini diharapkan mampu membantu petani mempercepat proses kerja, khususnya dalam pemisahan rumput laut dan persiapan pembibitan ulang.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Luwu, Kasmal, S.Pd., M.Si., Kepala Desa Bassiang Timur Sukirman, Penyuluh Perikanan Muhammad Rusdi Amin, S.Pi., Ketua Kelompok Tani Masri, serta tim dosen dan mahasiswa Universitas Cokroaminoto Palopo.
Dinas Perikanan Kabupaten Luwu menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi seperti ini. Menurutnya, program yang langsung menyentuh kebutuhan petani sangat penting untuk mendukung peningkatan produktivitas masyarakat pesisir, khususnya petani rumput laut.

Kepala Desa Bassiang Timur, Sukirman, mengapresiasi kehadiran tim dosen Universitas Cokroaminoto Palopo yang telah memberikan bantuan teknologi dan pendampingan kepada masyarakat.
“Terima kasih kepada tim dosen Universitas Cokroaminoto Palopo yang telah memberikan bantuan dan pendampingan alat penarik dan perontok rumput laut melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Teknologi ini sangat-sangat membantu dan mempermudah pekerjaan para petani rumput laut di sini. Bisa menghemat waktu dan petani bisa melakukan pembibitan ulang dengan cepat,” kata Sukirman.
Penyuluh Perikanan, Muhammad Rusdi Amin, S.Pi., juga menyambut baik program tersebut. Ia menilai teknologi yang diberikan sesuai dengan permasalahan yang selama ini dihadapi petani rumput laut.
“Program ini sangat luar biasa karena langsung ke masyarakat. Teknologi yang diberikan juga tepat untuk mengatasi permasalahan petani rumput laut. Kita tidak khawatir lagi tangan terluka kalau menggunakan metode manual dalam memisahkan rumput laut,” ujarnya.
Ketua Kelompok Tani, Masri, mengatakan alat tersebut sangat bermanfaat bagi anggota kelompok tani. Menurutnya, pekerjaan memisahkan rumput laut menjadi lebih cepat dan tali bentangan dapat segera digunakan kembali untuk pembibitan.

“Alat ini sangat bermanfaat. Pekerjaan memisahkan rumput laut lebih cepat, bisa langsung memakai tali bentangan rumput laut untuk pembibitan kembali,” kata Masri.
Ketua Tim Pelaksana Pemberdayaan Desa Binaan Universitas Cokroaminoto Palopo, Baso Ali, S.Pd., M.Pd., berharap teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok mitra.
“Kami berharap teknologi ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh mitra kelompok. Kami juga berharap dengan adanya teknologi ini, produktivitas mitra meningkat dan ekonomi masyarakat juga ikut meningkat,” ujarnya.
Adapun anggota tim dosen yang terlibat dalam kegiatan ini yakni Muhammad Naim, S.P., M.P., Abdul Rais, S.Si., M.Ling., dan Risda M, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Universitas Cokroaminoto Palopo, yaitu Keke Indah Parawansyah, Dion Vernanda, Sri Wahyuni, dan Chrys Tover Rianto Pranoto.
Tim Pemberdayaan Desa Binaan Universitas Cokroaminoto Palopo menyampaikan terima kasih kepada DPPM Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia atas dukungan pendanaan yang diberikan sehingga program pemberdayaan ini dapat terlaksana.
Melalui program ini, Desa Bassiang Timur diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan smart village pesisir berbasis teknologi tepat guna, khususnya dalam mendukung hilirisasi rumput laut dan peningkatan kesejahteraan petani.